SMPN 1 Mojo Kediri merayakan peringatan Isra Mi’raj pada tanggal 30 Januari hingga 1 Februari 2025 dengan serangkaian kegiatan yang penuh makna. Peringatan ini bukan hanya untuk mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar siswa, meningkatkan pemahaman tentang agama, serta menumbuhkan semangat untuk lebih mendalami ajaran Islam. Selama tiga hari, berbagai perlombaan diadakan, di mana setiap kelas wajib ikut berpartisipasi untuk menunjukkan kreativitas, bakat, dan pengetahuan keagamaan mereka.
Kegiatan dimulai pada 30 Januari 2025 dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kepala SMPN 1 Mojo, Bapak Juni Tjahjono, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya memperingati Isra Mi’raj sebagai bagian dari peningkatan spiritualitas dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. “Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat lebih mendalami ajaran agama Islam dan menumbuhkan rasa solidaritas di antara sesama,” ujar Bapak Juni Tjahjono.
Setelah upacara pembukaan, perlombaan pertama yang dimulai adalah Lomba MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran). Lomba ini diikuti oleh perwakilan dari setiap kelas, dengan peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik dalam membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar. Lomba MTQ ini menjadi ajang untuk menggali potensi baca tulis Al-Qur’an di kalangan siswa.
Selain itu, Lomba Adzan dan Iqomah juga menjadi bagian penting dari peringatan Isra Mi’raj. Siswa-siswa dengan suara merdu dan lantang menunjukkan kemampuan mereka dalam melantunkan adzan serta iqomah, yang menjadi tanda dimulainya waktu shalat. Kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan vokal, tetapi juga mengingatkan seluruh siswa tentang pentingnya menjaga ibadah dengan khusyuk dan penuh rasa hormat.
Pada hari kedua, 31 Januari 2025, perlombaan semakin seru dengan adanya Lomba Pidato Keagamaan. Siswa-siswa dari setiap kelas beradu keterampilan dalam menyampaikan pesan-pesan agama Islam melalui pidato yang menginspirasi. Tema-tema pidato berkisar pada nilai-nilai keislaman, seperti keteladanan Nabi Muhammad SAW, pentingnya shalat, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Setiap peserta berusaha memberikan pidato yang tidak hanya informatif, tetapi juga penuh semangat dan emosi, untuk membangkitkan kesadaran agama di hati para pendengar.
Selanjutnya, Lomba Banjari menjadi salah satu lomba yang sangat dinantikan. Lomba ini menguji kemampuan siswa dalam melantunkan lagu-lagu religi dengan menggunakan alat musik tradisional seperti rebana. Grup banjari dari masing-masing kelas berusaha memberikan penampilan terbaik mereka dengan irama yang merdu dan kompak. Lomba ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap musik Islami yang penuh makna.
Tak kalah menarik adalah Lomba Kaligrafi, yang diikuti oleh para siswa yang memiliki bakat dalam seni menulis indah. Para peserta dengan teliti menulis ayat-ayat Al-Qur’an atau kalimat-kalimat Islami dengan gaya kaligrafi yang artistik. Lomba ini mengajarkan siswa untuk lebih menghargai keindahan seni Islam dan memperdalam rasa cinta terhadap Al-Qur’an.
Pada hari terakhir peringatan Isra Mi’raj, 1 Februari 2025, kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Cerdas Cermat Keagamaan. Perlombaan ini menguji pengetahuan agama Islam para siswa dalam berbagai aspek, seperti sejarah Islam, hukum-hukum agama, dan kisah-kisah Nabi. Setiap tim perwakilan kelas saling beradu cepat dalam menjawab soal-soal yang diberikan oleh panitia. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai ajaran Islam secara lebih mendalam dan menyeluruh.
Sementara itu, Lomba Menyanyi Solo Islami menjadi acara penutup yang penuh warna. Para peserta menampilkan lagu-lagu Islami dengan penuh penghayatan. Lagu-lagu yang dipilih bertemakan keimanan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, memberikan nuansa spiritual yang mendalam kepada seluruh penonton. Melalui lomba ini, siswa-siswi diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan vokal mereka sambil menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan keteladanan dari Islam.
